Lompat ke isi utama

Berita

Pencegahan Adalah Kunci: Bawaslu Bangka Selatan Gencarkan Literasi dan Partisipasi Pemilu

Toboali, Bangka Selatan – Dalam setiap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), integritas, keadilan, dan profesionalisme merupakan nilai fundamental dalam membangun demokrasi yang sehat. Untuk mewujudkan hal itu, Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menegaskan pentingnya upaya pencegahan pelanggaran sebagai prioritas utama dalam pengawasan pemilu.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan,Sabihis, menyatakan bahwa pendekatan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan dengan sekadar penindakan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem pemilu yang sehat. Pencegahan bukan hanya strategi, tapi panggilan moral agar pelanggaran tidak perlu terjadi,” ungkapnya dalam wawancara di Sekretariat Bawaslu Basel, Senin (19/5/2025).

Edukasi dan Pengawasan Partisipatif Jadi Kunci

Dalam mewujudkan strategi pencegahan, Bawaslu Bangka Selatan gencar melakukan edukasi pemilu dan penguatan partisipasi masyarakat. Sosialisasi terus digalakkan menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas, pelajar pemilih pemula hingga penyelenggara pemilu tingkat desa.

“Kami aktif membangun kesadaran bersama bahwa pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, tapi tanggung jawab kolektif sebagai warga negara,” jelasnya.

Melalui program pengawasan partisipatif, Bawaslu Bangka Selatan mendorong masyarakat menjadi ‘mata dan telinga’ dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran di lapangan. Masyarakat diberikan akses pelaporan dan pendampingan untuk berani bersuara ketika melihat indikasi pelanggaran.

Tantangan Baru: Disinformasi dan Dunia Digital

Di tengah transformasi digital, Pemilu tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga di ruang maya. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan juga mengembangkan strategi pengawasan digital, termasuk melalui patroli siber dan pemantauan media sosial.

“Kami siapkan pengawasan di dunia digital, termasuk menyisir hoaks, ujaran kebencian, dan kampanye negatif yang mengganggu proses demokrasi,” lanjutnya.

Menjaga Demokrasi adalah Tanggung Jawab Bersama

Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menyadari bahwa menjaga kualitas demokrasi bukan hanya tentang menjalankan regulasi, tetapi juga membangun budaya demokrasi yang sehat dan beretika. Untuk itu, sinergi antara Bawaslu, penyelenggara lainnya, pemangku kepentingan, dan masyarakat sangat diperlukan.

“Mari kita wujudkan pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat yang benar-benar jujur dan adil. Pengawasan pemilu bukan semata tugas Bawaslu, tetapi tugas kita semua yang mencintai demokrasi,” pungkasnya.

Penulis : Derinanto