Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bangka Selatan Libatkan Kaum Muda, Awasi Potensi Pelanggaran di Masa Sunyi Pemilu.

Puluhan Siswa-Siswi SMA Tobaoli mengikuti edukasi pengawasan partisipatif Bawaslu Bangka Selatan, Kamis (31/07/2025). Kegiatan ini menjadi strategi baru pencegahan pelanggaran di masa non tahapan pemilu, melibatkan kalangan pelajar secara aktif.

Puluhan Siswa-Siswi SMA Tobaoli mengikuti edukasi pengawasan partisipatif Bawaslu Bangka Selatan, Kamis (31/07/2025). Kegiatan ini menjadi strategi baru pencegahan pelanggaran di masa non tahapan pemilu, melibatkan kalangan pelajar secara aktif.

Toboali, Bangka Selatan – Mengisi masa non tahapan pemilu, Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menggelar edukasi pengawasan partisipatif bersama puluhan pemuda dan pelajar, Jum'at (31/07/2025). Kegiatan ini menyoroti pentingnya pengawasan di tengah minimnya aktivitas tahapan, mencegah potensi pelanggaran sejak dini dan memperkuat literasi demokrasi lokal.​

Di ruang pertemuan, puluhan peserta antusias menyimak paparan panel Bawaslu tentang pola pikir kritis di masa sunyi pemilu, saat potensi pelanggaran rawan terjadi. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Amri R, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam pengawasan berkelanjutan:

"Pemuda menjadi ujung tombak pengawasan, bukan hanya saat pemilu berlangsung, tetapi juga di masa non tahapan. Pengawasan partisipatif adalah kunci mencegah pelanggaran sejak dini. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk pelaporan dan edukasi publik melalui teknologi digital," ujar Amari R dalam sambutannya di hadapan peserta.​

Kegiatan ini tidak sekadar seremonial; Bawaslu mendorong peserta untuk aktif melapor dan mengedukasi masyarakat terkait risiko kampanye terselubung dan politik uang yang kerap muncul di masa tidak aktif pemilu. Momentum ini membangun jejaring pengawasan berbasis komunitas agar pencegahan pelanggaran makin efektif. Kanal digital juga digunakan untuk pelaporan cepat dan dialog langsung.

Penulis dan Foto : Derinanto