Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bangka Selatan Gelar Diskusi dan Refleksi Penyelenggaraan Pemilu: Perkuat Kelembagaan Demi Pemilu Berintegritas, Sinergis, dan Partisipatif

Bawaslu Bangka Selatan Gelar Diskusi dan Refleksi Penyelenggaraan Pemilu: Perkuat Kelembagaan Demi Pemilu Berintegritas, Sinergis, dan Partisipatif

Bawaslu Bangka Selatan Gelar Diskusi dan Refleksi Penyelenggaraan Pemilu: Perkuat Kelembagaan Demi Pemilu Berintegritas, Sinergis, dan Partisipatif

Toboali, 17 September 2025 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan menggelar kegiatan Diskusi dan Refleksi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan dengan tema “Memperkuat Kelembagaan Bawaslu Demi Terwujudnya Integritas, Sinergitas, dan Partisipasi Berbasis Masyarakat pada Pemilihan Mendatang di Negeri Junjung Besaoh”. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sewarna Manunggal, Toboali, ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, akademisi, media, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Ketua Bawaslu Bangka Selatan, Amri R, dalam sambutannya menegaskan bahwa refleksi merupakan langkah penting untuk menutup setiap celah kelemahan yang masih ditemui pada pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, evaluasi bukan hanya sebatas menilai apa yang sudah dilakukan, tetapi juga menjadi pijakan memperkuat strategi pengawasan ke depan.

“Refleksi ini bukan sekadar ajang untuk menengok ke belakang, melainkan momentum untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu, memastikan integritas tetap terjaga, membangun sinergitas dengan seluruh pihak, dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat. Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud apabila rakyat turut mengawasi dan terlibat secara aktif,” ujar Amri.

Diskusi yang berlangsung interaktif itu menghasilkan sejumlah catatan penting. Pertama, perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu agar mampu menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. Kedua, pentingnya membangun sistem pengawasan partisipatif yang lebih kuat dengan melibatkan masyarakat sipil, pemuda, dan media lokal. Ketiga, memperkuat sinergi antar-lembaga penyelenggara pemilu, termasuk dengan aparat pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat, untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Selain itu, para peserta juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif. Keterbukaan informasi dari Bawaslu dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif. “Masyarakat harus diberi pemahaman yang jelas tentang peran pengawas pemilu, sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi,” ungkap salah satu peserta diskusi.

Amri menambahkan, Bawaslu Bangka Selatan berkomitmen memperkuat koordinasi internal maupun eksternal. Dengan begitu, pada pemilihan serentak yang akan datang, Bawaslu tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi. “Kita ingin pemilihan di Negeri Junjung Besaoh benar-benar menjadi pesta demokrasi yang damai, berintegritas, serta mampu menghadirkan pemimpin yang lahir dari pilihan rakyat secara jujur dan adil,” tegasnya.

Kegiatan refleksi ini sekaligus menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi antara Bawaslu, pemangku kepentingan, serta masyarakat. Harapannya, rekomendasi yang lahir dari diskusi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan pemilu, khususnya di tingkat lokal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu Bangka Selatan berharap semangat kolaborasi dapat terus terjaga. Sinergitas antar-lembaga, partisipasi aktif masyarakat, serta integritas kelembagaan akan menjadi kunci keberhasilan pemilu mendatang. Refleksi hari ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk mengawal demokrasi yang sehat dan bermartabat di Negeri Junjung Besaoh.

Penulis dan Foto : Derinanto