Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Suhenty: Ramadan Momentum Perkuat Integritas dan Spirit Pengawasan Demokrasi

Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lolly Suhenty menyatakan Ramadan menjadi momentum penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk kembali mengingat sumpah jabatan sekaligus memperkuat spirit kelembagaan. 

Ia menegaskan sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan spiritual yang harus terus diinternalisasikan dalam menjaga demokrasi.

“Bagi internal pengawas pemilu, ini momentum untuk mengingat kembali sumpah jabatan yang pernah diucapkan. Pengabdian di Bawaslu tidak hanya dipantau oleh publik, tetapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Lolly saat Kick Off Ngabuburit Pengawasan bertajuk Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu Tahun 2026 di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Lolly menjelaskan jika nilai-nilai sumpah jabatan dijalankan secara konsisten, maka proses pengawasan akan berjalan optimal dan berdampak langsung pada penguatan kelembagaan Bawaslu. Lolly juga menilai berbagai kritik yang diarahkan kepada Bawaslu merupakan konsekuensi dari posisi strategis lembaga sebagai pengawas demokrasi.

“Kritik, baik yang konstruktif maupun yang terasa tajam, adalah hal yang wajar. Bagi kami, ketika Bawaslu dikritik, itu berarti lembaga ini mendapat perhatian dan dianggap penting. Karena itu, spirit kelembagaan tidak boleh melemah dan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk kembali menguatkannya,” katanya.

Menurut Lolly, tema spirit kelembagaan memiliki makna penting, tidak hanya bagi internal Bawaslu tetapi juga bagi publik dan seluruh pemangku kepentingan demokrasi. Ia menegaskan, demokrasi tidak semata berbicara tentang hasil akhir berupa terpilihnya pemimpin, tetapi juga tentang proses yang harus dijalankan secara jujur, adil, dan berintegritas.

“Bicara demokrasi bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal proses. Karena itu, penting bagi kita semua untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lolly juga menekankan nilai-nilai Ramadan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan. Dalam konteks demokrasi, nilai tersebut menjadi pengingat bahwa seberat apa pun tantangan yang dihadapi, komitmen untuk menjaga demokrasi tidak boleh surut.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berlangsung pada tahapan pemilu atau pemilihan, tetapi berjalan sepanjang masa jabatan. Untuk itu, Lolly mengajak masyarakat terus berkolaborasi dengan Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif.

“Pengawasan terbaik adalah pengawasan yang melibatkan semua pihak. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus bersama Bawaslu menjaga demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Derinanto