Bawaslu Dorong Akademisi Ambil Peran Strategis Perkuat Regulasi dan Demokrasi Pemilu
|
Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lolly Suhenty mendorong kalangan akademisi untuk mengambil peran strategis dalam penguatan regulasi serta peningkatan kualitas demokrasi pemilu.
Menurutnya, dinamika isu dan arah perubahan regulasi yang berkembang di ruang publik membutuhkan masukan yang berbasis kajian akademik yang komprehensif dan objektif.
“Dalam konteks revisi Undang-Undang, peran dan masukan dari kalangan akademisi menjadi penting sebagai bahan pertimbangan para pengambil kebijakan,” ujar Lolly saat menghadiri audiensi dengan Ikatan Mahasiswa Magister Hukum (IMMH) Universitas Indonesia (UI) di Gedung Bawaslu, Rabu (14/1/2026).
Lolly juga menanggapi berbagai persepsi publik terhadap kinerja Bawaslu, termasuk maraknya informasi hoaks dan disinformasi yang beredar di masyarakat. Ia menilai, menanggapi hoaks satu per satu bukanlah langkah yang efektif. Oleh karena itu, Bawaslu memilih pendekatan dengan memperbanyak ruang diskusi publik yang melibatkan dan berkolaborasi dengan kalangan akademisi.
“Kalau kita menanggapi hoaks satu per satu, tidak efektif. Karena itu Bawaslu mendorong lahirnya sebanyak mungkin ruang diskusi publik untuk menciptakan konten-konten edukatif,” jelasnya.
Menurut Lolly, diskusi publik yang melibatkan masyarakat dan akademisi menjadi ruang strategis untuk menjembatani antara regulasi kepemiluan dan harapan publik. Ke depan, ia mendorong agar diskusi kepemiluan dapat melibatkan seluruh unsur penyelenggara pemilu, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Menutup arahannya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu itu berharap diskusi publik kepemiluan semakin banyak bermunculan di lingkungan kampus. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai ruang intelektual untuk menjaga kemurnian demokrasi.
“Kampus harus terus menjadi kawah candradimuka bagi seluruh elemen demokrasi. Dari kampus pula kita bisa menjaga demokrasi tetap murni,” pungkas Lolly.
Editor : Derinanto