Dari Kantor ke Ruang Rakyat: Bawaslu Basel Gaungkan Semangat Demokrasi
|
Toboali, Bawaslu Bangka Selatan – Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menyambut baik seruan Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, yang menekankan pentingnya menjadikan kantor Bawaslu sebagai rumah pergerakan bagi para pejuang demokrasi. Komitmen ini sejalan dengan semangat Bawaslu Bangka Selatan untuk terus memperkuat peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu dan demokrasi, meskipun berada di luar masa tahapan pemilu.
Anggota Bawaslu Bangka Selatan, Sabihis, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginisiasi berbagai program agar kantor Bawaslu menjadi pusat kegiatan demokrasi yang terbuka dan partisipatif.
“Kami sangat sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Pak Totok Hariyono. Kantor Bawaslu harus menjadi rumah bagi pejuang demokrasi, tempat semua pihak bisa berdiskusi, berbagi gagasan, dan berkolaborasi untuk memperkuat demokrasi lokal,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Bawaslu Bangka Selatan telah membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, akademisi, pemuda, dan pegiat demokrasi untuk mendorong diskusi-diskusi publik seputar isu demokrasi dan pengawasan pemilu.
“Partisipasi publik adalah roh dari demokrasi. Oleh karena itu, kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam mewujudkan pengawasan partisipatif,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bawaslu Bangka Selatan juga aktif melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan titik lemah dan peluang perbaikan dalam sistem pengawasan ke depan.
“Momentum di luar tahapan pemilu justru menjadi saat yang tepat bagi kami untuk memperkuat kapasitas internal dan meningkatkan keterlibatan masyarakat,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada tantangan anggaran dan sumber daya, Bawaslu Bangka Selatan tetap berkomitmen untuk bergerak secara kreatif dan inovatif. Kantor Bawaslu diupayakan menjadi tempat yang inklusif dan produktif bagi semua kalangan.
“Kami pastikan kantor Bawaslu Bangka Selatan bukan hanya tempat kerja administratif, tapi ruang terbuka bagi siapa saja yang peduli pada demokrasi,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat Bangka Selatan untuk terlibat aktif dalam menjaga proses demokrasi agar tetap sehat dan berintegritas.
“Demokrasi bukan hanya milik penyelenggara pemilu. Ini tanggung jawab bersama sebagai warga negara. Mari kita jaga bersama-sama agar Bangka Selatan tetap menjadi bagian dari Indonesia yang demokratis dan bermartabat,” pungkasnya.
Penulis : Derinanto