Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU KABUPATEN BANGKA SELATAN PERKUAT DEMOKRASI MELALUI FORUM KONSOLIDASI DAN DIALOG PENGAWASAN PARTISIPATIF

TOBOALI – Dalam rangka memperkuat kualitas demokrasi pada masa non-tahapan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menggelar Forum Konsolidasi Demokrasi dan Dialog Pengawasan Partisipatif yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, media, serta komunitas masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan partisipatif sejak dini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan menyampaikan bahwa masa non-tahapan bukan berarti tugas pengawasan berhenti. Justru periode ini merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta membangun kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat sebagai mitra pengawasan.

"Demokrasi harus terus dirawat, tidak hanya saat tahapan Pemilu berlangsung. Melalui forum ini kami ingin membangun ruang dialog yang produktif agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi dan siap berpartisipasi dalam pengawasan menuju Pemilu 2029," ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari penguatan budaya demokrasi, pencegahan politik uang, literasi digital untuk menangkal hoaks, pentingnya netralitas aparatur, hingga peningkatan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.

Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan gagasan dari peserta sebagai bahan penyusunan program pengawasan partisipatif Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan ke depan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, media, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan demokrasi yang semakin berkualitas, berintegritas, dan dipercaya publik.

Forum tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan konsolidasi demokrasi yang terus didorong Bawaslu pada masa non-tahapan melalui pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta penguatan kapasitas kelembagaan sebagai persiapan menghadapi Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.

Editor : Derinanto