BAWASLU BASEL COPOTI APK SATU PERSATU DI SEPANJANG JALAN SUDIRMAN

BAWASLU BASEL COPOTI APK SATU PERSATU DI SEPANJANG JALAN SUDIRMAN

Spread the love
Dokumentasi Penertiban APK di Sepanjang Jalan Jendral Sudirman Toboali, Selasa, 29 September 2020/ Foto : Budi Hartono

Toboali – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Selatan lakukan Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2020 yang dianggap melanggar aturan main, Selasa (29/09/2020).

Penertiban APK yang dilakukan Tim Gabungan Unsur Bawaslu, KPU, Polres, Satpol PP, Kesbangpol dan PUPRHUB Bangka Selatan dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB setelah melaksanakan Apel Kesiapan Tim yang dilakukan dihalaman Kantor Bawaslu Bangka Selatan.

Sahirin, selaku ketua Bawaslu Kabupaten bangka selatan menyampaikan, hari ini kita melakukan penertiban Alat Peraga kampanye milik pasangan calon Lantaran berada di zona yang dilarang, yakni yang terpasang di sepanjang jalan sudirman.

“Bersama Kepolisian, Satpol PP, Kesbangpol, KPU, PUPRHUB Bangka Selatan kami tertibkan APK mulai dari kantor kecamatan tobali sampai simpang lima (5) kota.” Sebut sahirin.

Sahirin menjelaskan, sebelum dilakukan penertiban, bawaslu secara kelembagaan sudah menghimbau kepada Tim pasangan Calon baik melalui tatap muka maupun dalam bentuk surat himbauan bahwa untuk menurunkan APK di zona terlarang, Namun karena tidak diindahkan terpaksa harus ditertibkan.

Kendati demikian, sepanduk-sepanduk baliho dan jenis APK lainnya yang terpasang di Sekretariat Bersama (Sekber) milik masing-masing pasangan calon tidak ditertibkan. Sebab, sesuai kesepakatan bersama bahwa di Sekber diberikan keluasan.

“kita memberikan keluasan kepada pasangan calon bahwa untuk di Kabupaten itu ada dua (2) sekretariat bersama yang diberikan keluasan memasang APK, sedangkan di Desa-desa kita juga memberikan keluasan memasang APK di Sekretarit Tim Pemenangan, kecuali ditempat-tempat yang dilarang seperti sarana pendidikan, sarana ibadah, fasilitas umum yang jaraknya 50 meter dari tempat tempat yang dilarang tersebut.” Jelas sahirin

Penulis : Budi Hartono
Editor : Dicky Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *